JUMDA X PMI DIY

 

Jumbara PMI X DIY dengan tema “Mengabdi Tanpa Diskriminasi” yang digelar di kabupaten SleCIMG1475man, bertempat di Komplek Wara Auri SKADIK 105 TNI AU. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari , tanggal 25-28 Desember 2013. Kegiatan ini terbagi menjadi empat sub tema yaitu JUMPA “Bertemu dan Berprestasi”, BHAKTI “Berbagi, berbhakti dan mengabdi” dan GEMBIRA “Akrab, bersahabat dan menggemaskan/unyu-unyu dan PENGEMBANGAN KAPASITAS “Mawas diri, Sinergi dan Faktual”. Pembukaan Jumda PMI X yang dilaksanakan tanggal 26 Desember 2013 dihadiri oleh Ketua PMI DIY Herry Zudianto, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi, Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana, Wakil Bupati Bantul Drs Sumarno Prs dan Kepala Dinas Kesehatan DIY dr Hj RA Arida Oetami MKes. peserta dari kontingen kulon progo mengrimkan 16 PMR Wira dan 14 PMR Madya, dengan rician PMR Wira dari SMK N 1 Pengasih 8 siswa , dan SMK 1 Ma’arif 8 siswa, sedangkan PMR Madya diwakili dari SMPN 1 Pengasih. Kontingen Kulon Progo dalam lomba Pameran mini mendapatkan juara pertama, Lomba Cerdas Cermat kategori Wira mendapatkan juara kedua dan Futsal kukusan men dapatkan juara dua. Selama 4 hari itu diadakan berbagai aktivias sesuai dengan sub temanya, misal kegiatan Jumpa meliputi kegiatan traveling,LCC, Pameran Mini, untuk bhakti meliputi kegiatan sosialisasi-sosialisasi, kunjungan ke panti jompo serta baksos, Pengembangan Kapasitas meliputi kegiatan : lokakraya Doras, Jurnalistik, dan gembira kegiatannya meliputi games dan outbond antar kontingen.

By PMI KABUPATEN KULONPROGO

Aksi Simpatik Jalan Kaki Palang Merah Indonesia

CIMG9861

Memperingati hari jadi PMI ke-63 ribuan anggota Palang Merah remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), Donor Darah Sukarela (DDS), Sahabat Donor Darah dan seluruh pengurus PMI DIY mengadakan Aksi Simpatik Jalan Kaki Palang Merah Indonesia pada hari Jumat 27 September 2013. Dalam aksi simpatik ini ribuan relawan berjalan kaki dari Kantor DPRD DIY hingga Titik Nol Kilometer Jogja. Aksi ini menuntut pemerintah agar segera disahkannya RUU Kepalangmerahan yang kini masih di bahas oleh DPR RI. Penetapan lambang PMI itu penting karena selama ini masih terjadi kontroversi lambang kepalangmerahan di Indonesia, sebagian menggunakan lambang palang merah, sebagian lagi menggunakan lambang bulan sabit merah. Padahal, konvensi Jeneva sudah mengamanatkan agar setiap Negara memilih satu diantara lambang itu. Dengan penentuan satu lambang resmi yang diakui secara perundang-undangan, maka setiap relawan yang mengenakan lambang itu akan mendapatkan perlindungan secara internasonal. Terutama ketika sedang bertugas sebagai relawan. Tercatat, sudah ada 153 negara yang memilih lambang Palang Merah dan 63 negara yang memilih buan sabit merah. “Harus satu lambang untuk satu gerakan yang sama. Sehingga relawan bisa mendapatkan perlindungan secara internasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum PMI DIY, yaitu Bapak Herry Zudianto serta bapak Yoeke Indra Agung Laksana selaku Ketua DPRD DIY“ beliau mendorong sepennuhnya agar segera ditetapkannya RUU Kepalangmerahan menjadi Undang-Undang. Dengan demikian, kegiatan kemanusiaan bisa terus berkembang.

By PMI KABUPATEN KULONPROGO